Hari Pahlawan, Kapolresta Kendari Minta Personel Polri Teladani Sosok Jenderal Hoegeng

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman saat melakukan tabur bunga di makam Pahlawan Watubangga Baruga, Kota Kendari, Kamis (10/11/2022). Foto/ist
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman saat melakukan tabur bunga di makam Pahlawan Watubangga Baruga, Kota Kendari, Kamis (10/11/2022). Foto/ist

Kendari, bentaratimur.id – Memperingati Hari Pahlawan tahun 2022, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari dan Pemerintah Kota Kendari melaksanakan upacara ziarah makam pahlawan yang bertempat di Taman Makam Pahlawan Watubangga Kendari, Kamis (10/11/2022).

Upacara peringatan Hari Pahlawan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan, Kapolresta Kendari, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Muhammad Eka Fathurrahman memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran personel Polri.

Polisi berpangkat tiga melati itu berpesan agar seluruh aparat penegak hukum di Kota Kendari dapat menjadikan mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso sebagai teladan.

“Darinya kita bisa belajar, polisi itu harus bisa bersikap profesional, humanis, hidup sederhana dan tegas dalam menyikapi segala bentuk kejahatan,” ujar Eka

Bukan tanpa alasan, Eka menempatkan Hoegeng sebagai teladan karena mantan Kapolri tersebut merupakan sosok yang jujur dan pekerja keras.

“Kalau polisi mau dikenang, maka bersikaplah seperti Hoegeng. Polisi harus bisa lebih dekat dan harus terus ada di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Eka juga mengajak masyarakat Kota Kendari menjadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk mengingat perjuangan para pahlawan. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya.

“Kami mengimbau, untuk sama-sama memelihara Kamtibmas, karena bukan semata mata tanggung jawab dari pihak kepolisian saja,” pungkas Eka.

Mengenal Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso

Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso adalah mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968-1971.

Jenderal Hoegeng lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Jawa Tengah.

Selama masa kepemimpinannya, Jenderal Hoegeng dikenal oleh rakyat Indonesia sebagai sosok polisi yang jujur, berani, dan bertanggungjawab.

Saat itu, ia mengemban misi menegakkan kejujuran dalam memberantas berbagai kasus seperti kasus suap dan korupsi.

Jenderal Hoegeng tidak segan untuk menindak kasus tersebut dan tak pandang bulu.

Hingga kini, kelahiran Jenderal Hoegeng diperingati oleh bangsa Indonesia untuk menghormati segala jasa beliau dalam menegakkan kebenaran.

Laporan : R. Hafid