News  

Harumkan Nama Kabupaten Muna, Desa Labasa Raih Peringkat III Lomba PKK se-Sultra

Kepala Desa Labasa, Ld Kadir Guru. Foto/ist
Kepala Desa Labasa, Ld Kadir Guru. Foto/ist

Raha, Bentara Timur – Mengharumkan nama Kabupaten Muna dan patut diapresiasi atas prestasi yang diukir oleh Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan (Tongsel), yang berhasil menjuarai lomba pelaksana terbaik 10 program pokok PKK tahun 2023 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Desa yang terletak di Selatan Kabupaten Muna itu meraih peringkat III dari 17 kabupaten kota yang ada di Sultra. Atas prestasi tersebut, Kepala Desa (Kades) Labasa, Ld Kadir Guru mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras dari seluruh kader PKK Desa Labasa.

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas hasil yang kita diperoleh. Menjadi peringkat ketiga tentu hasil yang sangat luar biasa bagi kami (Desa Labasa). Dan prestasi ini akan terus kami tingkatkan selalu kedepannya,” kata Kadir kepada bentaratimur.id (10/9/2023).

Kadir juga mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dan dukungan dari ketua TP PKK Kabupaten Muna bersama jajarannya yang telah mendukung penuh selama proses penilaian lomba program PKK tingkat provinsi.

“Tentunya, atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Labasa kami mengucapkan banyak apresiasi atas dukungan dari jajaran TP PKK Kabupaten Muna. Sehingga di pengumuman hasil lomba program PKK tahun 2023, Desa Labasa meraih peringkat III,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadir menambahkan, dalam proses penilaian lomba program pokok PKK tahun 2023, pihaknya menguraikan beberapa kegiatan yang menjadi fokus kinerjanya. Yakni, pembinaan di bidang kelembagaan PKK dan administrasi PKK dengan tetap berpedoman pada prinsip gerakan PKK yaitu pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.

Untuk memaksimalkan kinerja tersebut dalam melaksanakan kegiatan 10 program pokok PKK Desa Labasa telah direalisasikan ke dalam empat kelompok kerja (pokja). Diantaranya,
Pokja1; kegiatan prioritas yang dilaksanakan antara lain, pola asuh anak dan remaja (PAREDI) melalui krisan/krisna atau keluarga Indonesia sehat tanpa narkoba.

Pokja 2; kegiatan yang dilaksanakan yaitu, kampanye gerakan gemar membaca dengan mensosialisasikan melalui pemasangan baliho/baner gemar membaca, melaksanakan lomba story telling atau bercerita, pembentukan perpustakaan PKK Desa Labasa yang diberi nama perpustakaan Sumber Ilmu.

Pokja 3; kegiatan yang dilakukan adalah memanfaatkan dan mengoptimalkan tanah pekarangan yang dilaksanakan melalui penyuluhan sosialisasi pembinaan dilapangan yang bekerjasama dengan petugas PPl desa serta mendapatkan bantuan bibit dari instansi terkait dan swadaya masyarakat.

Dan terakhir tugas Pokja 4; kegiatan yang dilakukan berbasis penyuluhan keluarga berencana (KB) pada pasangan usia subur (PUS), pendampingan ibu hamil dan sosialisasi penyakit infeksi menular seksual pada PUS.

“4 fungsi Pokja inilah yang menjadi kefokusan kami dalam melaksanakan 10 program PKK. Ditambah juga, kader PKK yang dibagi dalam 4 fungsi Pokja ini memang susuai dengan keahliannya masing-masing,” tuturnya.

Kadir berharap dengan prestasi yang dicapai desanya saat ini kedepannya akan terus berupaya menjadikan desa yang dipimpinnya menjadi percontohan di Sultra.

“Saya akan terus mempertahankan prestasi yang sudah didapat, bila perlu kami akan tingkatkan. Tidak ada mustahil di dunia ini, apabila yang dijalankannya penuh dengan niat ikhlas dalam bekerja,” pungkas Kadir.

Penulis : R. Hafid