Polda Sultra Tetapkan Dua Direktur Perusahaan Tambang Jadi Tersangka Penambangan Ilegal di Konut

Alat berat yang diduga milik PT Bumi Nikel Pratama yang diamankan tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara saat melakukan patroli mining di wilayah Blok Marombo, Kabupaten Konawe Utara, pada Jumat (15/9/2023). Foto/ist
Alat berat yang diduga milik PT Bumi Nikel Pratama yang diamankan tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara saat melakukan patroli mining di wilayah Blok Marombo, Kabupaten Konawe Utara, pada Jumat (15/9/2023). Foto/ist

Kendari, Bentara Timur – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan dua direktur perusahaan tambang sebagai tersangka dalam kasus penambangan ilegal di Blok Marombo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Dua direktur perusahaan tambang itu adalah Direktur PT Buana Tama Mineralindo (BTM) berinisial HA dan Direktur PT Bumi Nickel Pratama (BNP), AR.

Dirkrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko mengatakan, penyidik resmi menetapkan dua orang tersangka setelah dilakukan berbagai pemeriksaan dan menemukan adanya bukti yang cukup.

“Penyidik telah melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka pada Senin tanggal 2 Oktober 2023 dengan hasil gelar perkara telah ditemukan alat bukti yang cukup menetapkan dua orang sebagai tersangka,” kata Bambang Wijarnako kepada bentaratimur.id, Senin (2/10/2023).

Baca juga: Diduga Menambang Ilegal, Polda Sultra Amankan Alat Berat PT BNP dan PT BTM

Bambang mengungkapkan, penetapan tersangka telah melalui proses yakni, dengan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi terkait.

“Penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap ahli tindak pidana pertambangan dari Kementerian ESDM yang menjelaskan bahwa lokasi penambangan PT BTM tidak terdapat izin usaha pertambangan (IUP). Kemudian, penyidik juga telah melakukan klarifikasi terhadap ahli tindak pidana kehutanan yang ditunjuk dari Dinas Kehutanan Provinsi Sultra, yang menjelaskan bahwa lokasi penambangan PT BTM berada di dalam kawasan hutan (HPT),” ujar Bambang.

Bambang bilang, selanjutnya penyidik akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.

Sebelumnya, pada Jumat (15/9/2023), tim patroli ilegal mining dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra melakukan operasi ilegal mining di wilayah Blok Marombo, Konut. Dari operasi tersebut, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra berhasil mengamankan enam alat berat yang diduga milik PT BNP dan PT BTM.

Penulis : R. Hafid