Bentaratimur.id

 Ini Cara Memastikan Daging Kurban Aman Dikonsumsi

Kendari. Bentara Timur – Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat diimbau  lebih cermat dmemilih hewan kurban maupun daging yang akan dikonsumsi. Imbauan ini disampaikan oleh Widodo Suwito, Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Gunungkidul, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Menurut Widodo, langkah paling awal yang harus diperhatikan adalah memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat. “Idealnya, hewan kurban harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas peternakan setempat. Tapi jika tidak ada, periksa dan pastikan tidak ada luka, tidak diare, tidak pincang, dan secara umum terlihat sehat serta bugar,” ujarnya.

Jika hewan menunjukkan tanda-tanda sakit atau memiliki cacat, maka dagingnya berisiko tidak aman dikonsumsi. Dalam kondisi seperti ini, proses kurban tidak hanya tidak sah secara syariat, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan masyarakat.

Widodo menjelaskan bahwa mengenali ciri-ciri daging yang sehat dan layak konsumsi sangat penting. Daging yang baik memiliki warna merah segar, bukan pucat atau kehitaman. Teksturnya elastis ketika ditekan — tidak terlalu lembek atau keras. Yang juga tak kalah penting, daging tidak mengeluarkan bau busuk atau menyengat.

Momentum Idul Adha 1445 H, AJP: Jangan Ragu Berkurban untuk Kepentingan Orang Banyak

Etnomedisin Suku Lio: Berkompromi di Tengah Kepungan Pengobatan Modern

Tips Mengatasi Kolesterol Tinggi Setelah Idul Adha

“Jika daging tampak berlendir atau berbau tidak sedap, besar kemungkinan sudah mengalami pembusukan akibat pertumbuhan bakteri,” jelas Widodo.

Dalam suasana Idul Adha, daging kurban biasanya dibagikan dalam jumlah banyak. Menyimpannya dengan benar sangat penting agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga. Widodo menyarankan agar daging segar segera disimpan di freezer untuk mencegah pertumbuhan mikroba.

“Pisahkan antara daging dan jeroan, simpan dalam wadah tertutup, dan jangan biarkan daging terlalu lama dalam suhu ruang,” katanya. Paparan suhu ruang dapat mempercepat pembusukan dan merusak tekstur daging, membuatnya berlendir dan tidak layak konsumsi.

Saat memasak, gunakan suhu yang cukup untuk memastikan daging matang sempurna. Widodo juga menyarankan metode memasak yang menjaga kelembapan, seperti merebus dengan sedikit air, agar protein tidak rusak.

Operasi Bedah Jantung Perdana di Sultra, Langkah Awal Tingkatkan Layanan Kesehatan Daerah

“Pastikan bagian dalam daging benar-benar matang agar semua mikroba mati,” tegasnya.

Widodo juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi daging secara bijak. Daging mengandung protein tinggi, zat besi, serta berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk pembentukan sel darah merah, memperkuat sistem imun, hingga mendukung pertumbuhan anak-anak dan mencegah stunting.

Namun, ia menegaskan bahwa konsumsi berlebihan juga bisa berdampak buruk. Kelebihan lemak jenuh, kolesterol, atau zat aditif dari pengolahan daging dapat memicu penyakit seperti hipertensi dan gangguan metabolisme jika tidak dikontrol.

Rep : Reka