Kendari, Bentara Timur – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menyelenggarakan kejuaraan panahan memperebutkan piala Gubernur Sultra dan piala Bepeka Archery Indonesia (BAI).
Ketua Perpani Sultra, Sarjono menyampaikan, kejuaran tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 9-12 Maret 2023 di lapangan Benu Benua, Kota Kendari, serta diikuti oleh 100 lebih atlet panahan, dari dan luar Sultra.
“Persiapan panitia sudah sesuai dengan progres, selanjutnya tinggal merampungkan hal-hal tehnis lainnya,” kata Sarjono di Kendari, Rabu (1/3/2023).
Dikatakan, kejuaraan panahan Piala Gubernur Sultra atau yang juga diberi nama “Open Archery 2023” ini, mempertandingkan beberapa kategori, yakni, Recuve (putra/putri), Compund Umum (putra/putri), Compund Master Man (40+), Standar Nasional Umum (putra/putri), Standar Nasional U 15 (putra/putri), Standar Nasional U 12 (putra/putri), Barebow (Putra/putri), Horsebow (putra/putri).
“Semua kategori ini, akan memperebutkan piala Gubernur Sultra, piala Bepeka Archery Indonesia, medali, sertifikat, serta uang pembinaan dan dari kegiatan ini nantinya kita akan mengembangkan lebih jauh sehingga mereka menjadi atlet panahan masa depan Sultra,” kata Sarjono di Kendari, Rabu (1/3/2023).
Sarjono bilang, saat ini Perpani Sultra sudah membentuk 14 pengurus cabang (Pengcab) dan 15 club panahan yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sultra.
Katanya, piala Gubernur ini juga sebagai ajang seleksi bagi atlet panahan Sultra menuju kualifikasi Pra Pon dan diharapkan bisa mendapat tiket menuju PON ke-21 tahun 2024 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Sarjono menambahkan, sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) bersama 13 cabor lainnya, pembinaan olahraga panahan di Sultra juga terus diarahkan secara berkelanjutan.
“Desain besar olahraga nasional ini, lahir setelah adanya arahan dari Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Olahraga Nasional ke-37 tahun 2020 lalu, dimana presiden meminta untuk melakukan review total terhadap ekosistem keolahragaan di tanah air,” ujar Sarjono.
Ia menuturkan, cabang olahraga panahan yang mengandalkan teknik dan akurasi bisa terus ditingkatkan untuk berprestasi lebih tinggi di Sultra.
“Sultra punya potensi calon atlet yang mengandalkan tehnik dan akurasi, jika pembinaan secara komprehensif senantiasa dilakukan,” katanya.
Ketua PWI Sultra itu menjelaskan, berdasarkan data BPS tahun 2021, jumlah sekolah dasar di Sultra, yang berstatus negeri sebanyak 2.253 sekolah, swasta 71. Sedangkan siswa negeri 286.108, swasta 10.154. Jika ditotal keseluruhannya berjumlah 296.262 siswa.
Dengan begini, potensi pembinaan atlet yang menggunakan akurasi dan tehnik khususnya panahan, sangat mumpuni untuk terus dikembangkan salah satunya dengan mensosialisasikan olahraga panahan di setiap sekolah.
“Talenta banyak tapi prestasi tidak menggembirakan di bidang olahraga terutama puncak tertinggi olahraga. Nah, sekarang ini dengan adanya desain besar olahraga nasional, kita harap pembinaan olahraga terdesain dengan baik,” tuturnya.
Sarjono bilang, untuk mencari talenta itu, sudah saatnya diadakan sentra pembinaan di daerah, khususnya ditingkat pelajar. Sebab olahraga panahan bisa dimainkan untuk segala umur, dari anak kecil sampai dewasa. Apalagi sekarang trend-nya lagi bagus, dimana banyak anak-anak muda yang menjadikan olahraga panahan sebagai lifestyle.
Penulis : R. Hafid

