Bentara Timur – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akan membagikan dividen tunai sebesar US$45,64 juta atau sekitar Rp816,14 miliar kepada para pemegang saham setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Nilai dividen tersebut setara 60% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai US$76,06 juta, meningkat 31,67% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026), setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar US$0,00433 per saham (bruto).
“Setiap pemegang satu saham akan memperoleh dividen sebesar US$0,00433 (bruto),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Perseroan menetapkan 12 Juni 2026 sebagai recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
Keputusan pembagian dividen tersebut mencerminkan kebijakan perseroan yang tetap menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha, termasuk proyek hilirisasi nikel yang tengah berjalan.
Sepanjang 2025, emiten anggota holding industri pertambangan MIND ID itu membukukan pendapatan sebesar US$990,2 juta, naik sekitar 4% secara tahunan. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat US$228,2 juta, ditopang oleh kinerja operasional yang tetap solid di tengah tekanan harga nikel global.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto sebelumnya mengatakan perseroan akan tetap berfokus pada pengembangan proyek strategis, termasuk pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL), guna memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok nikel rendah karbon bagi kebutuhan transisi energi global.

