Bentaratimur.id

Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) saat melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Anoa 2024di Lapangan Presisi yang dipimpin Irwasda, Kombes Pol Yun Imanullah, Jumat (1/3/2024). Foto/ist

Polda Sultra Gelar Razia Kendaraan Jelang Ramadhan 2024, Ini Pelanggaran yang Ditarget

Kendari, Bentara Timur – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Operasi Keselamatan Anoa 2024 menjelang bulan Ramadhan. Razia kendaraan itu bakal berlangsung sejak 4 hingga 17 Maret 2024.

Operasi diharapkan bisa berjalan dengan baik dalam menurunkan insiden kecelakaan lalu lintas, khususnya di Sultra. Operasi keselamatan ini melibatkan 484 personel.

Untuk memastikan Operasi Keselamatan Anoa 2024 itu, Polda Sultra melakukan apel gelar pasukan di Lapangan Presisi yang dipimpin Irwasda, Kombes Pol Yun Imanullah, Jumat (1/3/2024).

Yun Imanullah mengatakan, saat ini permasalahan di bidang lalu lintas telah berkembang dengan sangat pesat. Hal ini merupakan konsekuensi dari peningkatan ruas jalan, jumlah kendaraan bermotor, dan populasi penduduk yang semakin padat, sehingga ikut berdampak terhadap peningkatan mobilitas masyarakat.

Permasalahan tersebut diantaranya meningkatnya pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.

KM Cahaya Intan Karam di Bombana, Kasus Kecelakaan Laut ke-8 di Sultra Sejak Awal 2026

Menghadapi permasalahan, kata Kombes Yun Imanullah, dibutuhkan strategi yang tepat lintas stakeholder dan instansi pemerintah terkait pihak yang bertanggungjawab dalam pembinaan kamseltibcarlantas.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol Zainal Rio Tangkari mengatakan, operasi keselamatan digelar dalam rangka wujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran berlalulintas khususnya menjelang perayaan Idulfitri 1445 hijriah 2024 Masehi.

“Kita menggandeng 5 pilar dengan mengikutkan klub-klub otomotif untuk melaksanakan apel gelar pasukan Anoa tahun 2024 bertujuan untuk memastikan agar masyarakat patuh terhadap peraturan berlalu lintas,” ujar Kombes Rio Tangkari.

Sasaran dari operasi keselamatan yaitu kemacetan, kecelakaan, dilakukan dengan cara yang persuasif dan edukatif. Jika ada pelanggaran melakukan pembinaan dan teguran secara lisan maupun tertulis.

“Jika potensi pelanggaran berbahaya berpotensi menimbulkan laka lantas (kecelakaan lalu lintas) akan dilakukan penegakkan hukum secara selektif,” pungkas Rio.

Ramadhan 2026: Mayoritas Dunia Tetapkan Awal Puasa Kamis 19 Februari

Penulis : R. Hafid