Kendari, Bentara Timur – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar coaching clinic pelatihan dan peningkatan kemampuan fungsi identifikasi selama dua hari, 21-22 Agustus di salah satu hotel di Kota Kendari. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP Mulkaifin.
Coaching clinic adalah sebuah sesi atau tempat dimana individu atau kelompok memberikan bimbingan atau pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, atau pencapaian di bidang tertentu.
Dalam sambutannya, Mulkaifin menekankan pentingnya penggunaan ilmu forensik, khususnya dalam bidang identifikasi, untuk mengungkap kasus kejahatan. Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu dan keterampilan baru yang disampaikan para narasumber.
“Ilmu forensik identifikasi sangat krusial dalam proses penyidikan. Dengan penguasaan ilmu ini, kita dapat mengungkap kasus dengan lebih cepat dan akurat,” kata Mulkaifin.
Kegiatan yang diikuti oleh personel identifikasi Polda Sultra dan Polres jajaran ini menghadirkan berbagai materi pelatihan, mulai dari teori hingga praktek langsung. Salah satu materi yang menarik perhatian adalah penggunaan alat mobile multispectral system (MMS).
Alat MMS merupakan teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk mencari sidik jari laten tanpa perlu menggunakan serbuk khusus. Dengan bantuan sinar khusus, sidik jari yang tersembunyi dapat terlihat dengan jelas.
“Dengan adanya alat MMS, pekerjaan identifikasi menjadi lebih efektif dan efisien. Petugas tidak perlu lagi repot-repot membawa berbagai jenis serbuk ke tempat kejadian perkara,” ujar salah seorang peserta pelatihan.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari kedua, para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan alat MMS. Diharapkan mereka dapat menguasai keterampilan baru ini dengan baik.
Kegiatan ditutup oleh Kanit 1 Bag Wassidik Ditreskrimum Polda Sultra, Kompol La Sulle. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam tugas sehari-hari.
Editor : R. Hafid

