Bentaratimur.id

Kader  Tolak Pencalonan Mantan Bupati Jadikan Golkar Kendaraan di Pilbub

Kendari. Bentara Timur — Puluhan pengurus dan simpatisan Partai Golkar dari DPD II Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) memblokade jalan protokol, tepatnya di depan Kantor DPD I Partai Golkar Sultra, Rabu (8/7/2020).

Mereka membakar ban dan berorasi di tengah jalan.  Akibat aksi tersebut kendaraan umum dan kendaraan pribadi tak bisa melintas di Jalan Abdullah Silondae dan harus memutar mencari jalur alternatif.

Para kader Golkar itu menuntut agar DPP Golkar memberikan rekomendasi kepada Aswadi Adam, sebagai calon Bupati Buton Utara di Pilkada Desember tahun 2020.

Massa menolak nama Ridwan Zakariah yang muncul secara tiba-tiba di dalam usulan yang diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Mereka menilai ada kejanggalan, sebab awalnya hanya nama Aswadi Adam saja yang akan direkomendasikan namun belakangan muncul nama lain yang diusulkan DPD 1 Golkar Sultra.

KM Cahaya Intan Karam di Bombana, Kasus Kecelakaan Laut ke-8 di Sultra Sejak Awal 2026

Ilham, wakil Ketua Bidang Pengkaderan DPD II Golkar Butur, mengatakan kedatangan para kader dan simpatisan hari itu untuk menyampaikan bahwa nama Aswadi Adam merupakan harga mati yang harus disetujui.

“Untuk memutuskan Aswadi Adam untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP,” katanya.

Massa pun mengancam jika DPP merekomendasikan nama lain, maka ratusan pengurus akan membuka baju pengurus di hadapan DPD I Golkar Sultra.

“Jika nama lain yang kemudian diusulkan, maka ada dua hal yang akan kami lakukan  yakni membuka baju pengurus golkar di hadapan DPD I Golkar Sultra. DPP juga harus bertanggung jawab atas kepengurusan Golkar yang terjadi di Butur, dan pasti kami akan turun dalam jumlah yang lebih besar lagi,” tegasnya.

Sebetulnya, kata ilham, DPD II Golkar Butur memang membuka pendaftaran dan empat orang bakal calon mendaftarkan diri. Namun, setelah dilakukan proses penjaringan di DPD I Golkar Sutra, hanya Aswadi Adam yang lolos dan mendapatkan rekomendasi ke DPP. Dari empat pendaftar itu hanya ada satu yang dinyatakan memenuhi kualifikasi yaitu Aswadi Adam.

Ramadhan 2026: Mayoritas Dunia Tetapkan Awal Puasa Kamis 19 Februari

“Tiba-tiba muncul dua nama itu. Langkah selanjutnya kami menunggu kesimpulan secara resmi dari DPP dan rekomendasi untuk Aswadi Adam,” jelas Ilham.

Ia menambahkan, jika DPP tetap mengusung Ridwan Zakaria yang merupakan politisi PAN atau bukan kader Golkar, hal itu menurut Ilham dianggap membesarkan kader partai lain.

“Citra Partai Golkar terpuruk dan akan menyebabkan kader dan simpatisan partai Golkar akan tercerai berai,” tukas dia.

Hal senada juga disampaikan Fajar, salah seorang pengunjuk rasa. Ia  mengatakan bahwa kebijakan yang dikeluarkan DPD I Golkar hari ini tidak sesuai dengan mekanisme partai.

Mereka juga mengancam tidak akan memilih Airlangga Hartarto jika DPP Golkar tidak memutuskan Aswadi Adam sebagaimana keputusan awal.

“Jika hasil pleno tidak sesuai prosedural maka seluruh simpatisan golkar akan mengecam Airlangga Hartarto dan pemilihan presiden kami tidak akan dukung Airlangga,” tukasnya.

 

Reporter : (anp) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *