Bentaratimur.id

Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis menyerahkan plakat dengan logo Kabupaten Kolaka Timur kepada Karo SDM Polda Sultra, Kombes Pol Danang Beny Kuspriandono saat pembukaan assessment center seleksi jabatan tinggi di kabupaten itu yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (20/2/2024). Foto/Dokumen Bidhumas Polda Sultra

Korupsi Berulang di Kolaka Timur, Bupati Abdul Azis Ditangkap KPK

Kendari. Bentara Timur –  Bupati Kolaka Timur periode 2025-2030  Abdul Azis resmi ditahan KPK Kamis (7 Agustus 2025) malam usai mengikuti rapar kerja nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal diketahui baru sepekan lalu tepatnya 28 Juli 2025, Abdul Azis bersama para bupati/walikota se Sultra menghadiri rapat pencegahan korupsi yang dilaksanakan KPK bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya Abdul Azis membantah perihal operasi tangkap tangan KPK di Kolaka Timur yang juga menyebut dirinya ikut diamankan. Ia mengatakan berada di Makassar menghadiri Rakornas Partai Nasdem, Kamis 7 Agustus 2025.

“Saya masih di Makassar mengikuti Rakernas Partai Nasdem,” ujar Abdul Azis melalui sambungan telepon saat dikonfirmasi wartawan di Kendari, Kamis 7 Agustus 2025.

Adapun penangkapan Abdul Azis ini terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan/peningkatan kualitas  rumah sakit di daerah itu.

“ Perkaranya mengeni dugaan suap proyek pembangunan/peningkatan kualitas rumah sakit yang dananya bersumber dari DAK”, kata Juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui pesan whatsApp  Kamis 7 Agustus 2025, malam.

Puluhan Rumah Dibakar di Angata,  JPLK Kecam Brutalitas PT Marketindo Selaras

Abdul Azis sendiri saat ini dektahui merupakan kader partai Nasdem.  Ia pensiun dini setelah hampir 18 tahun berkarir di kepolisian. Sebelum   terjun di kancah politik.  Abdul Azis merupakan anggota kepolisian di Polda Sultra dengan pangkat terakhir Ajun Inspektur Polisi Dua.

Abdul Azis lahir pada 5 Januari 1986 di Enrekang.  Karir politiknya dimulai ketika Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur, pemilihan wakil bupati sisa masa jabatan 2021-2026. Abdul Azis memenangi Pilkada serentak di Koltim  bersama Yosep Sahaka.

Diketahui Isteri Abdul Azis, Hartini Azis juga mengikuti jejak suaminya. Hartini terpilih sebagai anggota DPR Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2024-2029 juga melalui Partai Nasdem.

Berdasarkan situs resmi LHKPN KPK, Abdul Azis tercatat melaporkan harta kekayaanya 5 bulan lalu, tepatnya pada bulan Maret 2025. Dalam laporan iitu tercatat ia memiliki harta kekayaan senilai Rp 7.991.886 atau Rp 7,9 miliar, dengan rincian 14 aset berupa tanah dan bangunan yang berada di Kendari, Mamuju dan Kolaka Timur dengan nilai total Rp 6.410.000.000. Abdul Azis juga tercatat memiliki 4 kendaraan yang terdiri dari 2 unit mobil Toyota Hilix dan Toyota Inova Venturer serta 2 unit motor berjenis KTM 85 SX dan Yamaha BJ8 dengan nilai total Rp 885.000.000. Harta bergerak lainya sejumlah Rp 268.950.000. Kas dan setara kas sebesar Rp 533.744.886 dan uang sebesar Rp 106.000.000.

Penangkapan Bupati Kolaka Timur Abdul Azis ini mengingatkan warga pada peristiwa serupa yang juga terjadi pada Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur ada tahun 2021. Saat itu KPK juga menangkap Andi Merya Nur bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur, Anzarullah dan beberapa pihak terkait suap pengadaan barang dan jasa.

Sepuluh Tahun Mengabdi, Fikri Ibrahim Buktikan Ketulusan Berbuah Penghargaan

Saat itu KPK dalam konfrensi persnya menangkap Andi Merya dn Anzarullah karena terbukti menerima suap, suap ini berkaitan dengan permintaan uang senilai Rp 250 juta sebagai imbalan dua proyek dana hibah BPBD Nasional. Kedua tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi sebgaimana diatur dalam Undng-undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Berulangnya penangkapan kepala daerah di Kabupaten Kolaka Timur berturut-turut  menjadi sinyal mengenai tata kelola dan integritas birokrasi di wilayah tersebut agar pengawasan terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan dan dana publik.

Sekretaris Partai Nasdem Sulawesi Tenggara Tahir Kimi mengatakan prihatin dengan penangkapan kader partai nasdem. Dia pun meminta agar apa yang menimpa Abdul Azis menjadi pelajaran berharga bagi kepala daerah dan pemangku kebijakan publik untuk lebih amanah kepada dalam menjalakan tugasnya.

“ benar sudah diamankan kami prihatin dan kami harap ini jadi perhatian para kepala daerah lainya,” ujar Tahir Kimi Saat dikonfirmasi Juamt siang.