Hukum  

Laporan Warga Tak Kunjung di Proses, Kasatreskrim Polres Kolut Dilapor ke Propam Polda Sultra

Ilustrasi penganiayaan. Foto/ist
Ilustrasi penganiayaan. Foto/ist

Kendari, Bentara Timur – Kantor Hukum Tri Mitra Tama & Rekan melaporkan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kolaka Utara (Kolut), Iptu Tommy Subardi Putra ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra. Iptu Tommy dilaporkan, karena mengabaikan laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan dan pengancaman kepada seorang warga bernama Haerullah.

Kuasa Hukum Haerullah, Marojahan Panjaitan mengatakan, pengaduan ini bermula dari adanya penyerangan terhadap kliennya pada tanggal 12 Oktober 2023 oleh yang dalam laporan polisinya adalah Gofur.

“Penyerangan itu sendiri kita tidak tahu mengapa dilakukan oleh Gofur. Penyerangan dilakukan oleh kelompok massa yang banyak dan itu ada videonya. Selain itu juga terjadi penyerangan terhadap kendaraan milik pak Haerullah di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara,” ujar Marojahan kepada bentaratimur.id, Selasa (19/12/2023).

Marojahan menyebut, peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polres Kolut, akan tetapi proses penyidikannya tidak dilakukan. Ia mengaku sudah bertemu dengan Kasatreskrim, Iptu dan meminta kasus ini ditindaklanjuti. Namun, setelah seminggu tidak ada tindak lanjut.

Laporan tak kunjung diproses, kuasa hukum akhirnya memutuskan untuk memasukkan laporan ke Propam Polda Sultra. Atas laporan ini, kata Marojahan, Bidpropam Polda Sultra telah mengirim tim Paminal ke Polres Kolut. Paminal Polda Sultra kemudian memerintahkan dilakukan gelar perkara di Polda Sultra.

“Tanggal 12 Desember kemarin telah dilakukan gelar perkara dan menetapkan lima orang sebagai tersangka. Namun, siapa kelimanya saya tidak dapat informasi,” kata Marojahan.

Hasil gelar perkara juga, tidak memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap lima orang tersangka tersebut.

“Kami pada pokoknya sangat berterima kasih dengan bapak Kapolda yang telah memberikan atensi terhadap laporan pengaduan kami, akan tetapi kami masih sangat belum dapat mengerti mengapa pada gelar perkara terhadap pelaku yang memiliki motif tidak juga tersentuh sedangkan dalam uraian peristiwa yang terdapat pada bukti telah dengan sangat jelas dan terang menyebutkan Gofur sebagai pelaku,” beber Marojahan.

Selain itu, tidak ada rekomendasi gelar untuk melakukan penahanan kepada lima orang yang telah ditetapkan tersangka guna menghindari para tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Kekhawatiran kami disebut di atas sangat beralasan karena mengingat tidak ada jaminan dari polres melalui kasat bahwa para tersangka tidak akan melarikan diri atau menghilangkan alat bukti agar proses pemeriksaan dan kelengkapan atau P-21 bisa segera terlaksana,” pungkasnya.

Terkait hal ini, jurnalis bentaratimur.id telah menghubungi untuk meminta tanggapan Kasatreskrim Polres Kolut, Iptu Tommy Subardi Putra dan Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Mochammad Sholeh, namun keduanya belum memberikan tanggapan.

Penulis : R. Hafid