Hukum  

Polda Sultra Ungkap 14 Kasus Narkoba Periode Juli – September, Barang Bukti 2,9 Kg

Para tersangka kasus narkoba yang diungkap Polda Sultra dalam kurun waktu tiga bulan atau periode Juli-September 2023 yang dihadirkan dalam konferensi pers di halaman Ditsamapta Polda Sultra, Selasa (10/10/2023). Foto/R. Hafid/bentaratimur.id
Para tersangka kasus narkoba yang diungkap Polda Sultra dalam kurun waktu tiga bulan atau periode Juli-September 2023 yang dihadirkan dalam konferensi pers di halaman Ditsamapta Polda Sultra, Selasa (10/10/2023). Foto/R. Hafid/bentaratimur.id

Kendari, Bentara Timur – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memusnahkan barang bukti berupa 2,9 kilogram (kg) narkoba hasil pengungkapan 14 kasus sejak Juli sampai dengan September 2023, di halaman Ditsamapta Polda Sultra, Selasa (10/10/2023).

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Dwi Irianto mengatakan, narkoba jenis sabu-sabu dan ganja yang dimusnahkan itu merupakan hasil dari pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Ditresnarkoba dan Kepolisian Resor (Polres) jajaran Polda Sultra.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini terdiri atas 1.944 gram narkoba jenis sabu dan 1.032 gram narkoba jenis ganja,” kata Irianto.

Dikatakan, barang bukti tersebut didapat dalam operasi yang digelar Ditresnarkoba Polda Sultra dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, atau periode Juli-September 2023 dengan total tersangka sebanyak 21 orang.

Irianto mengapresiasi keberhasilan anggotanya dalam pengungkapan kasus narkoba ini. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder dan masyarakat agar bersatu untuk memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Saya minta seluruh stakeholder mendukung pemberantas narkoba. Mari kita hilangkan ego sektroral dalam masalah pengungkapan. Kita berdinas di Sultra ini bertekad dalam memberantas narkoba,” ujar Irianto.

Wakapolda juga meminta seluruh pihak dengan acara pemusnahan barang bukti narkoba itu tidak dipandang remeh dan harus dimaknai secara mendalam.

“Acara sederhana ini jangan dilihat sederhana, tapi maknanya. Ini dapat menyelamatkan ribuan masyarakat Sultra yang saat ini menjadi perhatian penting, terutama oleh pemerintah pusat. Ini adalah komitmen Polda dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif,” pungkas Irianto.

Penulis : R. Hafid