Bentaratimur.id

Vale Kucurkan US$2 Juta untuk Warga Sekitar Tambang & Serap 72% Tenaga Kerja Lokal

Bentara Timur –  PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya terhadap pembangunan ekonomi berbasis masyarakat di wilayah operasional Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Perusahaan nikel yang telah beroperasi lebih dari lima dekade di Indonesia itu mengklaim investasi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis jangka panjang.

Adam, External Relations PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, mengatakan perusahaan tidak semata berorientasi pada produksi dan keuntungan, melainkan juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar tambang.

“Keberadaan tambang harus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal yang sudah ada. Prinsip kami bukan mengubah, tetapi memperbaiki dan memperkuat,” ujar Adam pada acara  buka puasa Vale di Kendari, Minggu 1 Maret 2026 bersama sejumlah media.

Sejak 2015, Vale menjalankan Program Sosial  dengan menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Pomalaa. Pada lima tahun pertama, perusahaan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar.

Menurut Adam, pendekatan tersebut dipilih karena pemberdayaan membutuhkan fondasi pengembangan yang memadai.

Panen Demplot Padi di Kolaka, PT Vale Dorong Model Pertanian Berkelanjutan

“Untuk memberdayakan masyarakat, harus ada wadah dan sarana yang mendukung. Itu sebabnya kami memulai dari infrastruktur,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, program sosial atau social investment Vale mengacu pada dua kerangka utama, yakni standar internasional Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, serta Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang memuat delapan pilar, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi.

Investasi Sosial Tembus US$2 Juta

Adam mengungkapkan, sepanjang 2015 hingga 2024, perusahaan telah menggelontorkan lebih dari US$2 juta untuk program sosial di wilayah pemberdayaan. Investasi tersebut dirancang dalam skema jangka panjang hingga 10 tahun.

RKAB 2026 Disetujui, Vale Percepat Hilirisasi Nikel Lewat IGP Pomalaa

“Nilainya diharapkan akan terus meningkat seiring masuknya proyek ke fase operasional penuh. Investasi sosial kami berjalan searah dengan pertumbuhan perusahaan,” katanya.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan operasi di tengah ekspansi proyek nikel terintegrasi di Pomalaa.

Pengembangan Sawah Organik

Salah satu program unggulan yang kini menjadi perhatian adalah pengembangan pertanian padi organik. Sejak 2022, program ini telah menjangkau empat kecamatan, yakni Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Tanggetada.

Total lahan binaan mencapai 57 hektare. Hasil produksi berupa beras organik dipasarkan langsung oleh petani lokal.

“Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Adam.

72  % Tenaga Kerja Lokal

Di sisi ketenagakerjaan, isu pemberdayaan tenaga kerja lokal dan kontraktor daerah menjadi perhatian utama. Hingga 2025, sebanyak 1.411 masyarakat telah mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan perusahaan, baik bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) maupun program internal.

Adam menegaskan tujuan pelatihan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Vale, tetapi juga meningkatkan daya saing masyarakat di sektor pertambangan dan industri lainnya.

“Banyak lulusan pelatihan kami yang kini bekerja di perusahaan tambang lain. Itu menunjukkan peningkatan kapasitas SDM lokal,” ujarnya.

Mengacu pada peraturan daerah yang mensyaratkan komposisi 70% tenaga kerja lokal dan 30% non  lokal, Vale mencatat realisasi tenaga kerja lokal telah mencapai 72% per Januari terakhir. Sisanya 28% merupakan tenaga kerja non-lokal dengan keahlian khusus yang belum tersedia di daerah.

Capaian tersebut dinilai memperkuat posisi perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang.

Penulis : R. Hafid