Bentaratimur.id

Anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Fajar Ishak. Foto/ist

DPRD Sultra Dorong Percepatan Operasional RS Jantung Oputa Yi Koo

Kendari, Bentara Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Ko yang saat ini sudah masuk tahap finishing.

Anggota Komisi IV DPRD Sultra, Fajar Ishak mengatakan, terkait pembangunan RS tersebut, pihaknya tengah menyusun jadwal untuk rapat kerja dengan semua pihak termasuk dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra maupun dari pelaksana pengerjaan RS.

“Terkait RS jantung itu, sebelumnya  sudah pernah kita surati pihak terkait untuk rapat kerja. Kami undang sebelum lebaran, namun karena sudah tidak  efektif karena mereka kebanyakan sudah pada mudik. Sehingga kami di komisi IV melakukan reschedule (menjadwalkan ulang),” kata Fajar di Kendari, Jumat (5/5/2023).

Fajar bilang, guna mendorong percepatan operasional RS jantung, pihaknya kembali mempertanyakan kepada pihak terkait, progres pembangunan RS yang menelan anggaran ratusan miliar itu.

“Nanti setelah LKPJ Gubenur baru kita lanjutkan rapat kerja dengan pihak terkait tentang kelanjutan finishing RS jantung. Kita akan dalami apa sih  kendala utamanya, disamping itu juga disesuaikan dari hasil peninjauan kami di lapangan. Dalam waktu dekat kita akan undang manajemen RS jantung, Dinkes, dan Cipta Karya,” ujarnya.

100 Hari Kerja Andi Sumangerukka–Hugua: Publik Puas, Tapi Pembangunan Masih Perlu Dikebut

Politisi Partai Hanura itu menjelaskan, dalam pertemuan dengan Pemprov nanti, pihaknya bukan hanya mempertanyakan kapan akan dioperasikan, tetapi bagaimana kesiapan untuk mengoperasikan RS tersebut. Termasuk tenaga kerjanya dan anggaran untuk membiayai operasionalnya.

“Kita harus bahas RS jantung ini secara konprehensif, sebelum pembahasan anggaran perubahan. Karena kita harus tau kebutuhan anggaran berapa,  kekurangan berapa jadi harus ada analisis yang disampaikan kepada DPRD dari mereka. Sebab membiayai bangunan RS jantung ini, bukan anggaran sedikit,” bebernya.

Fajar menambahkan, RS Jantung Oputa Yi Koo tersebut dibangun multi years. Dan terkahir Pemprov menganggarkan pada APBD 2022, kendati ada yang menyeberang di tahun 2023.

“Terkait dengan adanya adendum ini kita juga harus pertanyakan, termasuk dari pihak pelaksana, jadi kalau ada kendalanya maka harus ada denda. Jadi intinya, kapan bisa diresmikan, kedua bagaimana dengan tenaga kerja, ketiga, bagaimana dengan kesiapan anggarannya,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaksana kontrak pengerjaan RS Jantung Oputa Yi Koo, Sofian Tibo menambahkan, untuk progres finishing saat ini sudah hampir 100 persen. Pihaknya mengagendakan akan segera melakukan PHO pada akhir Mei mendatang.

Pengamat Sebut Herry Asiku Masih Berpeluang Besar Pimpin Golkar Sultra

“Sudah mau test commitioning mulai besok. Seperti lift, AC, IPAL dan lain-lain kita akan tes dulu. Kita rencana  PHO akhir Mei,” ujar Sofian.

Penulis : R. Hafid