Bentaratimur.id

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra dan Pemerintah Kota Kendari menggelar pasar murah dengan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau pembayaran nontunai di Pasar Wayong, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari sejak 1 Agustus hingga sepekan ke depan. Foto/ist

Kadin Sultra Bersama BI dan Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah dengan Pembayaran Nontunai

Kendari, Bentara Timur – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar pasar murah dengan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau pembayaran nontunai.

Pasar murah tersebut digelar di Pasar Wayong, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari sejak 1 Agustus hingga sepekan ke depan. Adapun kebutuhan yang dijual pada pasar murah tersebut dalam bentuk paket sembako yang dibanderol seharga Rp105 ribu berisikan 1 kg daging sapi, 1 liter minyak goreng, sosis, 500 gram gula pasir, dan 500 gram tepung terigu.

Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah mengatakan, harga paket sembako yang tersedia pada pasar murah tersebut telah disubsidi oleh pemerintah. Untuk harga pasar normalnya bisa mencapai Rp160 ribu hingga 170 ribu.

Dikatakan, bahwa Kadin Sultra selama ini selalu membantu para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar terdigitalisasi melalui sistem pembayaran QRIS.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Doni Septadijaya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah BI untuk mengakselerasi penggunaan QRIS agar dapat sampai ke pedagang dan UMKM yang berada di pasar-pasar.

Dua Proyek Smelter Vale di Sulawesi Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Dengan masuknya sistem pembayaran QRIS di pasar digital memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Kota Kendari dapat menggunakan QRIS dengan baik.

“Pelaksanaan kegiatan pasar murah digital juga dalam rangka meningkatkan kapabilitas pelaku usaha,” ujar Doni di Kendari, Selasa (1/8/2023).

Di tempat yang sama, Asisten II Pemkot Kendari, Susanti menambahkan, pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam rangka percepatan penerapan pembayaran secara nontunai. Hal itu merupakan bukti Pemkot Kendari terkhusus pengelolaan pasar terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, selain meminimalisir tingkat kejahatan yang kerap terjadi di lingkungan pasar, pembayaran nontunai juga lebih praktis dan efisien. Sebab, tidak lagi direpotkan dengan membawa uang secara tunai apalagi dengan jumlah yang banyak.

“Pasar murah ini memang diperuntukkan bagi transaksi nontunai atau dilakukan dengan pembayaran menggunakan QRIS,” ujar Susanti.

CEO PT Vale Cek Pembangunan HPAL di Morowali

Penulis : R. Hafid