Kendari, Bentara Timur – Kemarau panjang di tahun 2023 ini membawa dampak yang luas untuk sebagian warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, banyak sumur-sumur dan sumber air yang kering hingga kesulitan memperoleh air bersih. Salah satunya di Jalan Bunga Kolosua dan Palapa Puncak, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat.
Apa yang dialami warga ini mengundang keprihatinan dan mematik kepedulian bagi semua pihak. Termasuk Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Aksan Jaya Putra (AJP).
Melalui AJP Peduli, anggota Komisi II DPRD Sultra itu langsung menyalurkan air bersih secara gratis untuk warga di Jalan Bunga Kolosua hingga kawasan Palapa Puncak di Kelurahan Kemaraya, Jumat (27/10/2023).
Bantuan air bersih dipasok menggunakan tandon yang diangkut dengan mobil pikap. Kemudian, air disalurkan ke tempat penampungan yang sudah disiapkan warga.
Ketua tim pemenangan AJP, Nanang Supratman mengungkapkan, bantuan air bersih yang disalurkan kepada warga yang kesulitan air bersih sesungguhnya merupakan kewajiban bagi pemerintah dan wakil rakyat yang duduk di DPR untuk turun tangan.
“Jadi ini menjadi kewajiban tidak hanya bagi pak Aksan sebenarnya, tapi seluruh anggota DPR. Namun, lebih awal pak Aksan melalui program AJP Peduli memang telah menyalurkan bantuan setiap tahun kepada masyarakat, bukan hanya air bersih saja. Bahkan, tahun-tahun sebelumnya, banjir pun turun tangan dan lainnya,” ujar Nanang.
Nanang bilang, di musim kemarau tahun ini terdapat wilayah di Kota Kendari yang betul-betul terdampak krisis air bersih dan AJP merespon permintaan warga itu melalui program AJP Peduli.
“Untuk di Kelurahan Kemaraya ini ada tiga permintaan. Satu di Palapa Puncak, RT 04 dan nanti di Jalan Bina Guna serta lokasi lainnya. Kondisi seperti ini harusnya mendapat perhatian besar dari anggota DPR,” kata Nanang.
Warga mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian AJP yang membantu kesulitan mereka dalam hal ketersediaan air bersih.
“Terima kasih kepada pak Aksan atas perhatiannya. Kalau kami diperhatikan begini, pasti kami memberi perhatian juga,” ujar salah seorang warga bernama Marni.
Penyaluran air bersih di kawasan Kemaraya ini berlangsung dramatis. Beberapa penyalur air tidak siap melalui medan jalan yang menanjak tajam, membuat tim AJP Peduli khawatir program tidak bisa jalan. Namun ketika tim AJP Peduli mencoba menghubungi salah satu tim penyalur air yang di Punggolaka, mereka menyatakan siap dan sudah terbiasa melalui medan sulit.
Program AJP Peduli berupa penyaluran air bersih di dua titik di Kelurahan Kemaraya ini berjalan lancar, mulai pukul 16.00 WITa hingga malam.
Penulis : R. Hafid


