Bentara Timur – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menangani enam ruas jalan strategis sepanjang 27 kilometer di Kabupaten Muna Barat. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Ekonomi dan Investasi, Dody, menyatakan bahwa pelaksanaan Inpres ini merupakan strategi kunci untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya dalam mendukung produktivitas kawasan pangan dan kelancaran distribusi energi nasional.
“Pelaksanaan Inpres ini harus segera dimulai agar roda ekonomi daerah bisa bergerak lebih cepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penguatan ekonomi nasional dimulai dari penguatan di tingkat daerah,” ujar Dody dalam keterangan tertulis pada Selasa 15 Maret 2025
Keenam ruas jalan yang akan ditangani merupakan hasil usulan langsung dari Pemerintah Daerah Muna Barat saat kunjungan kerja Dody ke wilayah tersebut pada 3 Juli lalu. Rinciannya meliputi dua ruas di Kecamatan Kusambi yakni ruas Matarawa-Kusambi sepanjang 4,5 km, dan Guali-Kusambi 5,1 km, ruas Abadi Jaya-Pajala 4,85 km, di Kecamatan Maginti, ruas Lasosodo-Marobea 7 km, selanjutnya di Kecamatan Sawerigadi, serta dua ruas di Kecamatan Napano Kusambi, yakni Kusambi-Masara 3,95 km, dan Kombikuno-Latawe 1,6 km.
Menurut Dody, proyek ini bertujuan memperbaiki jalan provinsi dan kabupaten yang selama ini menjadi penghambat utama kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, biaya transportasi diharapkan bisa ditekan, distribusi pangan dan energi menjadi lebih lancar, dan peluang investasi di daerah semakin terbuka lebar.
“Kami percaya, dengan percepatan peningkatan jalan daerah ini, potensi sektor pangan dan energi di Muna Barat akan berkembang maksimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Bupati Muna Barat Laode Darwin menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa wilayahnya menyimpan potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, namun selama ini terkendala oleh infrastruktur konektivitas yang belum optimal.
“Kami sangat berharap realisasi program ini dapat segera dilakukan, karena akan memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan juga meningkatkan akses terhadap pendidikan serta pelayanan dasar lainnya,” ujar Laode Darwin.
Editor : Rosniawanti

