Bentaratimur.id

Empat dosen Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mengedukasi masyarakat Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan melakukan pelatihan dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk pembuatan briket arang sebagai bahan bakar alternatif. Pelatihan dilakukan di aula Kantor Kecamatan Ngapa, Senin (25/9/2023). Foto/ist

Dosen Pendidikan Fisika UHO Edukasi Masyarakat Kolut untuk Manfaatkan Limbah Pertanian sebagai Bahan Bakar Alternatif

Kendari, Bentara Timur – Melalui pengabdian kepada masyarakat (PKM), empat dosen Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mengedukasi masyarakat Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan melakukan pelatihan dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk pembuatan briket arang sebagai bahan bakar alternatif.

Keempat dosen itu adalah Muhammad Anas selaku ketua tim, Amiruddin Takda, La Tahang, dan Kasman.

Pelatihan dilakukan di aula Kantor Kecamatan Ngapa, dan dibuka langsung Camat Ngapa, Abu Bakri, Senin (25/9/2023).

Dalam sambutannya, Camat Ngapa, Abu Bakri sangat mengapresiasi apa yang dilakukan tim PKM dosen Pendidikan Fisika UHO. Sebab kegiatan yang dilakukan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kolut dalam pengelolaan limbah pertanian yang melimpah.

Selain itu, kata dia, dengan adanya kegiatan ini, dapat memacu masyarakat mengatasi limbah pertanian menjadi nilai ekonomi dan juga sebagai bahan bakar alternatif.

Komisi Informasi Sultra Audiensi ke IAIN Kendari, Perkuat KI Goes to Campus dan Jajaki Kerja Sama Kelembagaan

“Wilayah ini merupakan daerah perkebunan yang cukup luas. Produksi pertanian tentu akan menyisahkan sisa pertanian yang berpotensi menjadi sampah pertanian. Saya selaku pemerintah sangat berterima kasih kepada tim dosen Pendidikan Fisika UHO atas pelatihan pemanfaatan limbah pertanian untuk pembuatan briket arang sebagai bahan bakar alternatif,” kata Abu Bakri.

Ketua tim Muhammad Anas mengatakan, Kabupaten Kolut memiliki lahan perkebunan yang sangat luas seperti kelapa, padi, durian, jagung dan lain sebagainya. Sehingga sisa-sisa seperti tempurung kelapa, kulit durian, jerami dan sekam padi, batang, dan tongkol jagung semuanya memiliki potensi untuk dibuat menjadi arang.

Anas menjelaskan, bahwa pada dasarnya semua yang bisa dibuat arang dapat dibuat briket, yang berbeda adalah nilai kalor. Arang ini bisa dikonversi menjadi arang aktif dan briket yang merupakan salah satu sumber energi alternatif.

“Inilah yang kita coba terapkan di masyarakat dengan mengedukasi mereka agar memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif. Lebih jauh lagi, nilai ekonominya juga tinggi di pasaran umum dan dapat memberikan nilai tambah bagi mereka,” ujar Anas.

Penulis : R. Hafid

Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa, AMSI Bersama FISIP UHO Teken Mou Dibidang Pendidikan dan Penelitian