Bentaratimur.id

Anggota DPR RI, Ridwan Bae

Kembali Terpilih di DPR RI, Ridwan Bae Sebut Kemenangannya dari Rakyat Tanpa Beri “Serangan Fajar”

Kendari, Bentara Timur – Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Bae kembali lolos ke Senayan pada pemilihan calon legislatif (pileg) 2024.

Berdasarkan pleno rekapitulasi perhitungan hasil perolehan suara Pemilu 2024 oleh KPU Sultra dari 17 kabupaten kota yang dimulai sejak 6 Maret 2024 hingga Senin, 11 Maret 2024 dini hari, di salah satu hotel di Kendari, Ridwan Bae meraih suara sebesar 84.440 suara. Hasil tersebut mengantarkan mantan Bupati Muna dua periode itu mendapatkan kursi kelima.

Ridwan menyebut, terpilihnya kembali di DPR RI sebagai kemenangan rakyat. Dia bilang, masyarakat memilihnya karena hati nurani.

Baca juga: Enam Anggota DPR RI Dapil Sultra yang Lolos ke Senayan, Didominasi Mantan Bupati

Dikatakannya, dalam pileg 2024, dirinya tidak melakukan “serangan fajar” atau politik uang. Masyarakat memilih dirinya karena melihat kinerjanya selama menjadi anggota DPR RI.

Jaringan Perempuan Pembela HAM Kecam Tindakan Brutal Polisi, Desak Usut Tuntas Kematian Affan Kurniawan

“Memang mengejutkan, kalau saya tidak salah saya mendengar perkembangan politik di Sultra agak brutal. Sama juga di sultra sayalah satu-satunyanya caleg tidak ada ‘serangan’ sama sekali kepada masyarakat, saya tidak membayar suara. Dan saya berterima kasih pada warga sulra yang masih percaya pada saya tanpa ‘serangan’,” kata Ridwan kepada jurnalis bentaratimur.id, Senin (11/3/2024).

Anggota DPR RI dua periode ini mengatakan, sudah saatnya budaya berpolitik diubah ke arah yang lebih baik, non transaksional. Setiap caleg harus mengedepankan kualitas dan pengabdian mereka pada masyarakat, bukan tiba-tiba muncul dan “menyerang” masyarakat dengan sejumlah uang agar dipilih. Dan ini harus dibudayakan di Sultra.

Politik transaksional kata Ridwan, akan membuat caleg menjadi culas, karena membuatnya punya utang modal yang harus dikembalikan. Itu akan berkonsekuensi terhadap kinerja caleg ketika terpilih tidak akan berjalan maksimal, karena pasti akan mencari pengembalian modal.

Selain itu, Ridwan juga menyampaikan politisi harus berintegritas, perhatian kepada masyarakat dan memiliki keseriusan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itulah sebenarnya wakil rakyat yang harus dipilih, bebas dari politik transaksional

“Kalau tiba-tiba muncul hanya karena uang itu sangat berbahaya di Indonesia. Akan lahir perwakilan rakyat yang tidak mumpuni,” ujarnya.

100 Hari Kerja Andi Sumangerukka–Hugua: Publik Puas, Tapi Pembangunan Masih Perlu Dikebut

Untuk itu, ia berharap ke depannya, seluruh masyarakat Sultra agar memilih perwakilan di dewan atau pemimpin bukan karena “serangan fajar” tetapi kualitas.

“Kami telah membuktikan diri sudah mewujudkan banyak program strategis dan menjawab aspirasi masyarakat, mulai dari bendungan Ameroro, puluhan ribu bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah, dan program-program strategis lainnya,” pungkas Ridwan.

Penulis : R. Hafid