Bentaratimur.id

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Sulawesi Tenggara, Halim Momo

PGRI Sultra Kecam Sikap Arogansi Kades Pesouha ke Siswa dan Guru SMKN 9 Kolaka

Kendari, Bentara Timur – Insiden Kepala Desa (Kades) Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Yastin Sutrisno, yang membentak puluhan siswa dan guru SMKN 9 Kolaka viral di media sosial.

Peristiwa itu menyedot perhatian berbagai kalangan. Tak ketinggalan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua PGRI Sultra, Halim Momo mengecam dan mengutuk keras sikap arogansi Kades Pesouha, Yastin Sutrisno.

“Saya selaku Ketua PGRI Sultra sudah menonton videonya. Kami mengutuk keras, seharusnya menjadi pemimpin itu lebih ramah, lebih bijak terhadap masyarakat dan tidak menunjukkan kearah yang arogan,” kata Halim lewat sambungan telepon selulernya, Jumat (29/9/2023).

Baca juga: Arogansi Kades Pesouha Kolaka Bentak Siswa dan Guru yang Blokir Jalan Tambang

Masyarakat Adat Desak Pengesahan RUU di Hari Kebangkitan Nusantara

Menurut Halim, seorang pemimpin mestinya tidak mempertontonkan sikap seperti itu, apalagi kepada peserta didik yang kelak akan menjadi pemimpin kedepannya. Kata dia, seharusnya seorang kepala desa memberikan contoh yang baik, bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik dan bijak.

Selain itu, kata Halim, oknum kepala desa itu seharusnya memberikan penghormatan terhadap guru. Sebab guru punya peran dan kontribusi dalam membina generasi berikutnya.

“Guru seharusnya diperlakukan dengan baik, karena guru ini salah satu tulang punggung dalam membina generasi berikutnya,” ujarnya.

Halim menegaskan, pihaknya akan mengawal dan menindaklanjuti terkait peristiwa tersebut.

“Untuk saat ini kita masih menunggu laporan lengkap dari PGRI Kabupaten Kolaka. Setelah itu akan kita ambil tindakan seperti apa,” pungkas Halim.

HUT ke-62 Sultra Dikemas Kolaboratif, Harmoni Sultra 2026 Utamakan Efisiensi dan Dampak Ekonomi

Sebelumnya, beredar video Kades Pesouha, Yastin Sutrisno mendatangi lalu membentak puluhan siswa dan guru SMKN 9 Kolaka. Peristiwa itu terjadi di Jalan poros Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sultra, pada Senin (25/9/2023).

Dalam video berdurasi 1,44 menit tersebut, nampak puluhan siswa dan guru melakukan pemblokiran jalan. Mereka berdiri tepat di tengah jalan sembari memarkirkan motor.

Para siswa dan guru SMKN 9 Kolaka melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes mereka karena sudah tidak tahan dengan debu yang ditimbulkan oleh aktivitas truk perusahaan tambang yang menggunakan jalan tersebut.

“Sudah banyak guru dan siswa yang sakit karena hirup debu. Kami hanya minta sebelum melintas mohon disiram dulu jalannya,” teriak salah satu guru dalam video itu.

Tak lama kemudian datang seorang pria menggunakan topi hitam seragam aparatur sipil negara membentak para siswa dan guru. Namun bentakan itu dibalas dengan sorakan oleh para siswa. Belakangan diketahui pria yang menggunakan topi hitam tersebut bernama Yastin Sutrisno.

“Jangan kasih begitu. Ini jalan umum. Apa gunanya ibu merekam begitu, kalian tidak mau diatur dengan pemerintah ka,” kata Yastin Sutrisno dengan nada membentak sembari menunjuk ke arah para siswa.

Kades Pesouha, Yastin Sutrisno membenarkan kejadian tersebut. Katanya, persoalan itu sudah diselesaikan melalui mediasi.

“Kita sudah mediasi, untuk sementara waktu akan dilaksanakan penyiraman untuk meminimalisir debu,” kata Yastin Sutrisno melalui sambungan telepon.

Yastin Sutrisno menyebut, jalan poros tersebut saat ini tengah dilintasi oleh tiga perusahaan tambang yakni, PT Vale, Perusda Kolaka, dan PT PMS.

“Ada tiga perusahaan yaitu, PT Vale, Perusda Kolaka, dan PT PMS,” pungkasnya.

Penulis : R. Hafid