Bentaratimur.id

PT Vale Perkuat Edukasi Pencegahan DBD di Kolaka, Sasar Wilayah Rentan Penularan

Bentara Timur –  PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa memperkuat upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Program tersebut menjadi bagian dari intervensi kesehatan masyarakat yang dijalankan perusahaan di wilayah sekitar operasional tambang, sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

Health Educator PT Vale IGP Pomalaa Mokhammad Syifak mengatakan edukasi difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD, pengenalan gejala awal, serta pentingnya penanganan medis sedini mungkin.

“Kami ingin masyarakat mampu melakukan pencegahan secara mandiri sekaligus memahami pentingnya penanganan dini agar kasus DBD tidak berkembang menjadi kondisi yang berisiko menyebabkan kematian,” katanya di Kolaka, Kamis.

Menurut Syifak, Desa Puubenua merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap penyebaran DBD karena berada di kawasan yang dikelilingi hutan dan perkebunan. Kondisi tersebut dinilai mendukung berkembangnya populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran virus dengue.

PT Vale Kenalkan Praktik Green Mining kepada Pelajar Lewat Kunjungan ke Nursery Tanggetada

Ia mengatakan intervensi kesehatan yang telah dilakukan perusahaan bersama fasilitas pelayanan kesehatan setempat mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan evaluasi program, angka kematian akibat DBD di wilayah sasaran berhasil ditekan sekitar 0,4%. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat agar fatalitas akibat penyakit tersebut terus menurun.

Selain memberikan pemahaman mengenai gejala DBD, perusahaan juga mengedukasi masyarakat mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta berbagai upaya pencegahan lainnya.

Syifak mengingatkan masyarakat agar tidak menunda membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga muncul bintik merah pada kulit.

“Semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di puskesmas atau rumah sakit, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang berakibat fatal,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Baula Sukmawati mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PT Vale dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

PT Vale dan Pemkab Kolaka Tanam Pohon Bersama Pelajar, Kampanyekan Kepedulian Iklim

Menurutnya, edukasi mengenai PHBS menjadi salah satu strategi penting dalam mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan, termasuk DBD.

“Ketika setiap keluarga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan penyakit dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Senada, Sekretaris Camat Baula Asdimansyah Muis berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Baula mengingat edukasi kesehatan masih menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini membantu masyarakat memahami cara mencegah penyakit sehingga mereka lebih siap mengantisipasi penyebaran DBD di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus DBD masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama saat memasuki musim hujan ketika populasi nyamuk meningkat. Pemerintah terus mendorong penguatan edukasi masyarakat, pengendalian vektor, serta deteksi dini untuk menekan angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tersebut. (adv)