Bentara Timur – Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka yang diperingati setiap tanggal 29 Februari, dimanfaatkan untuk menandai dua proyek strategis yang melibatkan PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Dua proyek strategis itu yakni revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian nursery yang terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.
Diketahui Pasar Sentral Mekongga merupakan pusat distribusi utama yang menyuplai sedikitnya enam pasar tradisional yang tersebaru di Kolaka. Perannya bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai penentu harga komoditas harian dan penggerak ekonomi masyarakat di sana.
Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare itu mencakup pembangunan 38 blok fungsional. Proyek ini diproyeksikan menelan investasi sekitar Rp200 miliar dan ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Desainnya mengusung konsep pasar modern dengan fasilitas pengelolaan sampah, namun tetap mempertahankan karakter pasar tradisional.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan proyek tersebut diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi jangka panjang. Menurutnya, pasar tidak hanya dibangun sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai ruang ekonomi yang produktif dan lebih tertata.
Bupati Kolaka, Amri, menilai revitalisasi itu sebagai langkah strategis untuk memperbaiki sarana perdagangan agar lebih aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Proyek ini berjalan di tengah peningkatan investasi di Kolaka. Pada 2025, realisasi investasi daerah tercatat sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target pemerintah daerah. Sektor industri logam dasar dan pertambangan menjadi penyumbang terbesar.
IGP Pomalaa sendiri merupakan bagian dari proyek strategis nasional dengan nilai investasi sekitar Rp67,5 triliun atau sekitar US$4,29 miliar. Proyek ini difokuskan pada pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi sebagai bagian dari agenda hilirisasi nasional.
Sejak memasuki tahap konstruksi, proyek tersebut diklaim telah menyerap lebih dari 2.500 tenaga kerja serta mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui rantai pasok dan pelibatan UMKM.
Fasilitas Pembibitan dan Reklamasi
Selain pasar, PT Vale juga meresmikan nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada. Fasilitas ini terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka yang memiliki total area 59 hektare.
Nursery tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, mencakup tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, hingga tanaman hias. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
Bernardus menyebut pembangunan pusat pembibitan itu sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ekspansi industri dan perlindungan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas tersebut, yang dinilai dapat memperkuat fungsi konservasi sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan pelajar.
Peresmian pasar dan nursery pada peringatan hari jadi daerah itu memperlihatkan arah pembangunan Kolaka yang bertumpu pada ekspansi industri sekaligus penguatan infrastruktur publik dan pengelolaan lingkungan.
Bagi pemerintah daerah, kolaborasi dengan sektor industri menjadi kunci. Bagi perusahaan, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan yang kini menjadi tuntutan dalam industri pertambangan modern.
Editor : R. Hafid


