Kendari. Bentara Timur. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan digelar 27 November 2024 mendatang. Salah satu prosesnya adalah pemilihan gubernur dan wakil gubernur atau pilgub untuk memilih pemimpin baru di setiap provinsi.
Di Sulawesi Tenggara (Sultra) persaingan pilgub mendatang akan berlangsung dinamis dan ketat. Hajatan elektoral politik itu diikuti empat bakal pasang calon. Para kandidat sudah tuntas mendaftar sejak terbukanya pendaftaran yang berlangsung sejak 27-29 Agustus 2024, berkas mereka pun dinyatakan lengkap oleh KPUD Sultra, pun para kandidat telah menyelesaikan tes kesehatan dan psikologi yang berlangsung di RSUD Bahteramas.
Kini tahapan pilkada memasuki pemeriksaan berkas administrasi yang diserahkan pasangan calon. Tahapan ini berlangsung hingga 21 September.
KPU selanjutnya akan mengumumkan penetapan paslon pada 22 September dan sehari setelahnya akan dilakukan pengundian nomor urut paslon. Setelahnya tahapan memasuki masa kampanye tanggal 25 September sampai tanggal 23 November. Terakhir proses pemungutan suara dilakukan serentak pada 27 November.
Siapa saja kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sultra?
Pertama pasangan Andi Sumangerukka (ASR) berpasangan dengan Hugua. Pasangan ini didukung tujuh partai politik, partai Gerindra, PPP, PAN, Hanura, Partai Prima dan Partai Berkarya.
Kedua, pasangan Lukman Abunawas dan La Ode Ida. Keduanya mengantongi dukungan enam partai politik, PDIP, PKB, Partai Demokrat, Partai Perindo dan Partai Buruh.
Pasangan ketiga, Tina Nur Alam bersama Ihsan Taufik Ridwan. Keduanya didukung koalisi partai Nasdem, Partai Golkar dan PKS.
Ke empat, Ruksamin dan LM Sjafei Kahar, diusung oleh PBB dan Partai Gelora.
Lantas bagaimana profil para figur yang akan maju Pilgub Sultra perode 2024-2029, berikut rangkumanya.
Andi Sumangerukka- Hugua
Andi Sumangerukka merupakan purnawirawan Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Pria kelahiran 11 Maret 1963. Andi Sumangerukka menikah dengan Arinta Anila Apsari.
Ia merupakan lulusan Akmil tahun 1967, dengan kualifikasi cabang artileri pertahanan udara. Selama karir militernya Andi Sumangerukka cukup lama bertugas di Sultra, tercatat ia pernah menjabat sebagai Komandan Korem atau Danrem 143 Halu Oleo pada 2012-2013. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sultra selama 4 tahun sejak 2015 hingga 2019.
Dilanjut sebagai staf ahli bidang ideologi dan politik Badan Intelijen Nasional (BIN) pada 2019 hingga 2020. Jabatan terakhirnya di militer adalah Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin, yang salah satu wilayahnya mencakup Sulawesi Tenggara. Ia menjabat selama setahun dari 2020 -2021.
Andi juga merupakan kader PPP, dia menjabat sebagai Ketua DPW PPP Sultra, ia mulai menjabat tahun 2023 hingga 2026.
Pada pemilihan legislatif Februari lalu, Andi Sumangerukka sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Selama pencalonanya ia juga menjadi ketua tim pemenangan daerah (TPD) Sultra pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Sedangkan Hugua adalah politisi yang menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024 perwakilan Sultra. Hugua pernah menjabat sebagai Bupati Wakatobi dua periode 2006-2016. Selain berkarir sebagai politisi Hugua aktif dengan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia juga konsen menyuarakan isu lingkungan serta pariwisata di kancah nasional dan internasional.
Pria yang lahir pada 31 Desember 1961 di Usuku, Tomia itu, mengoleksi sejumlah penghargaan diantaranya The Environmental Award dari Pasific Asia Travel Association, Scuba Diving Editor Choice dan Winner Project Aware environmental Award dari PADI.
Lukman Abunawas- La Ode Ida
Sosok Lukman Abunawas merupakan politisi lahir pada 11 September 1958. Sebelum menjadi politisi, ia meniti karir sebagai PNS di Pemkab Maros Tahun 1976-1983. Karirnya di pemerintahan moncer, ia naik tingkat menjadi PNS Pemprov Sultra, pada 1983-1986, karirnya terus berkembang hingga ia menduduki jabatan sebagai kepala dinas pendidikan Kota Kendari.
Lukman mulai mengawali karir politiknya sekitar tahun 2000. Berbekal pengalaman di birokrasi, Lukman terpilih menjadi Bupati Kendari pada 2003-2008. Ia kembali namun menjadi Bupati Konawe 2008-2013.
Selepas itu, menjadi bupati, Lukman mendapat mandat menjadi Sekretaris daerah (Sekda) Sultra. Lalu pada Pilgub 2018, ia terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Ali Mazi. Selain itu Lukman juga aktif di partai politiknya, ia menjadi Ketua DPD Partai Golkar Konawe lalu pada 2020 ia terpilih menjadi Ketua PDIP Sultra.
La Ode Ida
La Ode Ida adalah sosiolog dan politikus. Ia bukan orang baru dalam kanca demokrasi Indonesia. Sebab ia merupakan anggota dan wakil ketua DPD RI selama dua periode sejak 2004 hingga 2014. Usai menjabat di DPD RI La Ode Ida menjabat di Ombudsman RI.
La Ode Ida lahir 12 maret 1961. Ia menyelesaikan studi S1 di IKIP. Selepas itu ia mengambil studi leadership for environment and development programme di Costarica dan Okinawa. Program S2 dan S3 ia selesaikan di Universitas Indonesia.
Tina Nur Alam – LM Ihsan Taufik Ridwan
Perjalanan politik dimulai ketika ia menjadi anggota DPR RI perwakilan Sultra. Ia duduk di senayan sudah dua periode. Pada periode 2014-2019, Tina maju melalui Partai AManat Nasional (PAN). Namun pada periode 2019-2024 Tina memilih partai Nasdem untuk mengantarnya duduk di DPR RI perwakilan Sultra.
Tina Nur Alam lahir di Maret 196, ia merupakan istri mantan Gubernur Sultra Nur Alam. Ayahnya juga merupakan politisi yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD Sultra periode 1966-1970, Abdul Hamid Hasan, yang juga merupakan pendiri Provinsi Sultra.
Sebelum terjun ke dunia politik, Tina Nur Alam cukup lama berkarir di pemerintahan. Dia pernah bekerja di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Kepala Bagian Pemasaran. Pernah juga sebagai Tata Laksana Setda Provinsi Sultra.
Ihsan Taufik merupakan politisi muda partai Golkar. Ia lahir pada 2 September 1989.
Ihsan berasal dari latar belakang keluarga politisi dan pengusaha. Dia merupakan putra politisi Golkar Ridwan Bae yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Partai Golkar.
Ihsan pernah maju pada Pilkada 2017 di Muna Barat, namun saat itu Ihsan yang kalah dari pasangan Rajiun Tumada-Achmad Lamani.
Ruksamin – Sjafei Kahar
Ruksamin 14 Maret 1973. Ia lahir di ujung utara Desa Basule Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut). Dia lulusan di Fakultas Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan lulus tahun 1997. Ketika berkuliah ia menjadi loper koran untuk menopang biaya perkuliahanya. Sebelum berkecimpung di dunia politik dan pemerintahan, Ruksamin dulunya seorang guru di SMAN Wawotobi 2000-2001
Di tahun 2010 ia melanjutkan studi magisternya di Universitas Halu Oleo, mengambil magister manajemen. Ia mendapat gelar Doktor Administrasi Publik Universitas Diponegoro 2015. Program profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri UMI tahun 2017
Pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Konut dan telah dua periode menjabat sebagai Bupati Konawe Utara. Ruksamin kini menahkodai partai politik sebagai ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB).
Sjafei Kahar merupakan politisi, dia pernah memimpin Buton dua periode. Ia juga dikenal sebagai Bapak pembangunan Buton. Pada pemilihan gubernur 2018 lalu, Sjafei pernah maju berpasangan dengan Rusda Mahmud.
Sebelum menjadi politisi, Sjafei pernah menjadi PNS di Dinas Pertanian Provinsi Sultra tahun 1971. Sjafei juga pernah menjabat sebagai ketua DPD Golkar Buton
Rosniawanti

