Bentara Timur – PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan dan praktik pertambangan berkelanjutan. Dalam laporan tahunan 2025, perusahaan menegaskan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 33 persen pada 2030 untuk operasi Sorowako, Sulawesi Selatan.
Target tersebut dihitung berdasarkan emisi absolut Lingkup 1 dan 2 dengan menggunakan baseline tahun 2017. Untuk mencapai sasaran tersebut, perusahaan telah menyusun peta jalan dekarbonisasi yang mencakup berbagai inisiatif efisiensi energi dan pengurangan emisi operasional.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan penguatan komitmen lingkungan menjadi bagian penting dalam strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari operasional kami, tetapi menjadi fondasi utama dalam memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan masa depan masyarakat,” ujar Bernardus dalam Annual Report PT Vale 2025.
Selain di Sorowako, PT Vale juga tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk proyek pertumbuhan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan Bahodopi, Sulawesi Tengah. Dokumen tersebut ditargetkan rampung pada 2026.
Dalam aspek reklamasi lahan tambang, perusahaan mencatat telah merehabilitasi area seluas 158,09 hektare sepanjang 2025. Dari total tersebut, sekitar 156,67 hektare berada di Sorowako dan 1,42 hektare di Bahodopi.
Perseroan menyebut kegiatan reklamasi dilakukan sesuai rencana reklamasi perusahaan sebagai bagian dari kewajiban praktik pertambangan berkelanjutan.

Tak hanya fokus pada pengurangan emisi, PT Vale juga memperkuat upaya perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah operasional. Sepanjang 2025, perusahaan melakukan penanaman dan pelestarian sebanyak 72.296 pohon lokal, endemik, dan dilindungi.
Program konservasi satwa liar juga terus dijalankan, termasuk pengelolaan spesies yang berada dalam program perlindungan perusahaan seperti rusa Timor (Rusa timorensis) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis).
Bernardus menilai perlindungan biodiversitas menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah tambang.
“Kami ingin memastikan aktivitas pertambangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.
Di sisi lain, PT Vale juga memperbarui dokumen pascatambang untuk Blok Sorowako setelah perusahaan memperoleh perpanjangan izin operasi pada Mei 2024.
Pembaruan dokumen tersebut dilakukan melalui proses konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari penyesuaian terhadap masa berlaku izin operasi terbaru.
Perseroan menyebut langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh rencana pengelolaan dan pemulihan lingkungan tetap relevan dengan pengembangan operasional perusahaan ke depan.

