Bentara Timur — Bukan hanya lautnya yang memesona, Raja Ampat di Papua Barat juga rumah bagi sekitar 250 jenis burung. Di balik gugusan pulau karang yang dijuluki The Last Paradise on Earth ini, hidup berbagai spesies burung endemis yang langka dan memikat, menjadikannya salah satu kawasan terkaya keanekaragaman hayati di dunia.
Selain rumah bagi lebih dari 500 spesies karang dan ribuan ikan, Raja Ampat juga menjadi habitat burung-burung cantik yang hanya bisa ditemui di sini. Mengutip data Burung Indonesia, berikut pesona lima burung endemis Raja Ampat yang patut dikenali.
Saat Burung Gagak Sakit, Ia Mencari Semut
Cendrawasih Botak (Cicinnurus respublica) menjadi salah satu primadona. Tubuhnya berbalut biru gelap dengan kepala biru pucat bergaris hitam. Uniknya, burung jantan akan menyapu lantai hutan sebelum menari memikat betina dengan ekor melengkungnya yang indah. Namun, keindahan ini terancam statusnya kini Near Threatened menurut IUCN.
Tak kalah memesona, Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra) hanya bisa dijumpai di Raja Ampat. Burung jantan berwarna merah cerah dengan ekor hitam memanjang ini akan bernyanyi sambil memamerkan bulu untuk merebut hati betina. Populasinya pun mulai menipis dan masuk kategori Near Threatened.
Di antara dedaunan hijau, suara siulan merdu Cekakak-pita Kofiau (Tanysiptera elliot) kerap terdengar. Tubuhnya biru tua dengan mahkota biru pucat, paruh merah, dan perut putih bersih. Saat bernyanyi, ekornya yang panjang bergoyang lembut. Sayangnya, statusnya juga Near Threatened.
Tak kalah unik, Maleo Waigeo (Aepypodius bruijnii) atau kalkun sikat Bruijn tampil gagah dengan bulu hitam kecoklatan, jengger merah, dan ekor cokelat kemerahan. Burung ini punya ciri khas dua pial merah memanjang di belakang kepala. Populasinya terancam punah dan kini berstatus Endangered.
Terakhir, Pitohui Waigeo (Pitohui cerviniventris) tampil sederhana dengan bulu cokelat kekuningan. Kicauannya mirip cucak-cucakan dengan nada “wik” yang khas. Berbeda dengan kerabatnya, status Pitohui Waigeo masih relatif aman dengan kategori Least Concern.
Surga burung endemis ini menjadi penanda betapa pentingnya menjaga ekosistem Raja Ampat agar generasi mendatang tetap bisa menikmati nyanyian dan tarian burung-burung cantik ini di habitat aslinya.
Editor : Rosnia

