Bentara Timur – Biasanya, area tambang itu eksklusif dan tertutup. Tapi kemarin (11/02), PT Vale menggelar Mining Tour buat aparat desa dan kecamatan di area pemberdayaan mereka di Morowali Provinsi Sulawesi Tengah . Tujuan Mining Tour itu untuk menunjukan soal transparansi dan bagaimana operasional di lapangan berjalan.
Kegiatan ini sebagai bentuk edukasi sekaligus meningkatkan engagement perusahaan ke stakeholder, agar mereka memiliki informasi yang komprehensif terkait aktivitas yang dilakukan. Untuk itu, pada kesempatan kunjungan aparat desa tidak hanya dikenalkan pada proses operasional perusahaan, tetapi juga diajak melihat penerapan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta upaya pemulihan lahan secara langsung di lapangan.
Kegiatan dimulai dengan peninjauan aktivitas pengangkutan di jetty. Para aparat desa diajak menyaksikan bagaimana proses operasional dijalankan dengan kontrol keselamatan yang ketat, termasuk pengelolaan lingkungan yang memastikan kondisi perairan tetap jernih dan terjaga. Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan penanaman pohon di area reklamasi sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam pemulihan lahan pascatambang.
PT Vale Salurkan Ribuan Paket Sembako di Pomalaa, Sasar Lansia dan Warga Rentan
Tanggapi Riset Satya Bumi, PT Vale Tegaskan Komitmen Green Mining di Blok Pomalaa
Camat Bungku Timur, Arsan, memberikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen perusahaan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas undangan PT Vale. Ini kegiatan yang luar biasa karena tidak semua perusahaan terbuka seperti ini. Saat kami mengunjungi wilayah jetty, saya melihat bagaimana PT Vale sangat memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Air laut masih jernih dan sangat terjaga,” ujarnya.
Beberapa point yang menjadi sorotan saat kunjungan Rabu kemarin adalah kondisi laut di sekitar jetty. Para aparat desa kondisi perairan tetap jernih meski ada aktivitas operasional besar.
Selanjutnya sistem sediment pond. Di sana PT Vale pamer teknologi pengelolaan air limpasan tambang. Dengan sistem sediment pond perusahaan memastikan air yang keluar ke sungai itu sudah bersih dan jernih. Ini standar yang sebenarnya diharapkan warga dari semua perusahaan tambang di Morowali.
Berikutnya kegiatan reklamasi. Peserta bukan cuma nonton, tapi diajak tanam pohon di lahan pascatambang
Head of Mine Operation Bahodopi, Wafir menjelaskan transparansi ini adalah bagian dari identitas operasional mereka. PT Vale khusunya dan secara umum industri pertambangan sering dituding merusak lingkungan. Dengan kegiatan Mining Tour ini PT Vale kata Wafir membuka diri untuk diawasi langsung oleh pemerintah lokal , cara ini juga dinilai paling efektif buat membangun kepercayaan.
“Kehadiran pemerintah desa dan kecamatan sangat kami hargai. Melalui kegiatan seperti Mining Tour, kami ingin memastikan bahwa setiap pemangku kepentingan dapat melihat langsung bagaimana kami menjalankan operasi dengan aman, profesional, dan transparan,” jelas Wafir. (Adv)

